ARTIKEL

Selamat datang

follow blog-ku yach,,, dan jangan lupa beri komentar ... thanks ^_^

Selasa, 29 Desember 2009

Profile best friendq "mitha"


Paramitha purwita sari biasa dipanggil mitha atau mippu. Lahir di jogja tanggal 8 oktober 1989.
Tinggi: 156 cm
berat: 46 kg
warkes: pink
makes: katanya suka sea food, tp cuman cumi-cumi... :-|
mikes: jus alpukat
hobby: shoping, and jalan-jalan

Hmmm... Klo bicara soal mitha, dia ini termasuk salah satu sahabatku yang cukub bisa membuat kami semua tertawa ngakak. Satu kata untuk menggambarkan tentang anak ini adalah "Lalo" alias lambat loading. Klo mau ngomong sama dia, harus tentukan posisi dan waktu yang tepat, dan pastikan anda berhadapan langsung dengan dia. Sebah, klo tidak begitu, tidak ada yang bisa menjamin perkataan anda akan di mengerti olehnya... Hehe :p
Saya sendiri juga heran sama neh anak, makin hari lemot nya makin parah, tapi di situlah letak ke unikannya. Dia ini manjanya minta ampun, truz kelewat polos mengarah ke O'on namun menggemaskan dan baik hati. Klo gak ada dia, suasana pasti kurang meriah.
Klo di tanya soal impian dan cita-citanya di masa depan, katanya seh keinginannya gak muluk-muluk, dia cuman pengen jadi orang kaya yang sukses dunia akhirat. (tu mah bukan gak muluk-muluk >:-| )

Profil best friendq "mifta"


Mifthahul Qarimah sandi, biasa di panggil mipta, mivta, atau mippo. Lahir di kendari, 7 april 1991.
Bintang: Aries
Tinggi: 153cm
berat: 44kg
hobby: nyanyi
makes: rendang, brownis, dan masih banyak lagi
mikes: katanya seh, lebih suka minum susu, biar cepat gede :p

Cewek imut yang satu ini, adalah salah satu best friendku. (owh iya, sekedar informasi, semua sahabatku unik b9d. Saking uniknya, bahkan menjurus ke gila. Hehe :p)
hmmm... Klo bicara soal si mipta ini, pokoknya orangnya nyenengin. Satu kata yang bisa menggambarkan tentang dia adalah "Narsiz"
dalam sehari, gak pernah sekali pun alpa dari kilauan blitz kamera. Bergaya didepan kamera bisa dibilang termasuk salah satu hobinya.
Cita-cita terbesarnya adalah pengen jadi artis, setidaknya artis di sekitar tempat tinggalnya. Karena itu, supaya berasa jadi artis beneran, kumuat profilenya di blogku... Hihi :p (semoga Aku bisa dapat traktiran makan siang :p)
klo soal ekting, kemampuan anak ini tidak bisa di remehkan. Kami semua pernah menyaksikan sendiri ektingnya, yang pura-pura panik saat tau handponeh mitha (sahabatku yg satu lg) tiba-tiba hilang, padahal sebenarnya handphone itu sengaja dia sembunyikan dalam tasnya. (benar-benar jahil >:-| )
selain ekting, si mippo ini juga jago nyanyi. Suaranya keren b9d dech pokoknya. Kalau mau dengar, gampang. Caranya, ajak aja dia karaokean, yakinlah sumpah dia gak bakalan nolak.
Oh iya, klo urusan asmara, sekarang ini dia sedang menjalin hubungan dengan seniornya dikmpus. Pokoknya sama orang yang cukup berpengaruh di fakultas kami. Jd buat cowok-cowok yang nge-fans sama dia, tampaknya harus kecewa... Hehe :p

Kamis, 03 Desember 2009

Yuki's Winter


Tokyo ,,, Desember (musim dingin)

Udara musim dingin terasa menusuk sampai ketulang. Namun hal tersebut tak mengurunkan niatku untuk pergi ke lapangan tempat Ryu berlatih sepak bola. Aku Yuki,, 17 thn.
Entah kenapa, hanya dengan melihatnya dari kejauhan, sudah cukup membuatku merasa senang. Seperti biasa, wajahnya berseri saat sedang bermain bola. Dia tak begitu peduli dengan hal lain yang terjadi disekitarnya,, termaksud tak memperdulikan Aku yang telah lama menyukainya. Mungkin baginya, sepak bola adalah hidupnya.

Ryuzaki,, adalah kapten tim sepak bola di sekolah kami. Keahliannya dalam bermain bola,, dan di dukung oleh kesempurnaan secara fisik membuatnya banyak dikagumi para gadis.

Keesokkan harinya,, hari ke sepuluh di bulan desember bertepatan dengan ulang tahun Ryu yg ke-18.
Begitu sampai di kelas semua siswi nampak sedang sibuk memperbicangkan masalah ulang tahun Ryu. Masing-masing dari mereka mulai memamerkan bingkisan yang akan mereka berikan padanya. Beberapa menit kemudian,, akhirnya Ryu sampai dikelas masih dengan sikapnya yang dingin dan tak ketinggalan,, syal hijau mencolok yang menjadi ciri khasnya melingkar tepat dilehernya. Melihat Ryu, gadis-gadis itu langsung berebut mengucapkan selamat ulang tahun dan menyerahkan kado. Masing-masing dari mereka seolah mengeluarkan seluruh kemampuan mereka untuk menarik perhatian Ryu. Namun hatinya terlalu beku untuk ditaklukan. Ekspresinya datar,, dan tak ada satupun kado diterimanya. "hey, Ryu... Kenapa kadonya tidak diterima? Kan sayang". Tanya Yuji sahabatnya, yang berjalan tepat dibelakangannya. "kalau kau mau,, ambil saja!". Jawab Ryu lirih lalu berjalan menuju tempat duduknya yang berada tepat di samping jendela.
Gadis-gadis itu tampak kecewa dengan sikap Ryu, namun seperti biasa dia sama skali tak peduli dengan hal itu.
Aku terdiam mematung seraya menggenggam erat sebuah gelang yang kubuat sendiri. Aku sudah tak punya keberanian untuk memberikan gelang itu padanya. Aku tak ingin nasibku berakhir sama seperti gadis-gadis itu. Rasanya sesak jika membayangkan akan mendapatkan penolakan darinya. Aku bingung harus membuat apa.
"kalau tidak mencoba bagaimana kau bisa tau hasilnya". ujar sahabatku keiko yang baru saja datang dan langsung duduk tepat disampingku. "Maksudnya?".
"Berikan saja padanya,, diterimat atau tidak itu urusan belakangan, yang penting kau sudah berusaha". Jelasnya, seakan tau apa yang Aku pikirkan. Yang dikatakan Keiko mungkin ada benarnya. Memang sudah saatnya mengungkapkan apa yang aku rasakan. Dua tahun lebih aku menyimpan perasaan ini,,dan rasanya Aku tak akan sanggup lagi jika harus lebih lama dari itu.

Saat jam makan siang tiba,, akhirnya Aku memberanikan diri untuk mengajaknya bertemu ditaman belakang sekolah. Suasana sepi,, dan hening. Aku bisa mendengar suasa angin sepoi yang sek-sekali datang. Aku berdiri dengan jarak satu meter tepat didepannya. Dia menatap tajam kearahku seraya memasukkan kedua tangannya dalam sakunya. Syal hijaunya tak pernah Ia lepaskan,,masih tetap terpasang rapi di lehernya.
Aku terdiam sejenak, sebelum akhirnya mulai berbicara dengan suara yang bergetar.
"Selamat ulang tahun Ryu". Kalimat itu yang pertama ku ucapkan. Dia terdiam, sejenak sebelum akhirnya menjawab. "Terimakasih!!. Kalau sudah selesai, Aku pergi sekarang".
"Tunggu!" Cegatku.
Aku menarik nafas dalam-dalam,, inilah waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya.
"Maaf, mungkin ini akan terdengar bodoh". Kataku,,lalu berhenti sejenak. Ryu pun tampak begitu serius menyimak apa yang akan Aku katakan.
"Aku.....Suka kamu,, Ryu!". Akhirnya kalimat itu keluar dari mulutku. Lututku bergetar seolah tak mampu lagi menopang tubuhku. Namun, Aku berusaha keras untuk tidak tumbang dihadapannya.
" Aku suka cara kau berlari, Aku suka cara kau berbicara, Aku suka cara kau berjalan, Aku suka matamu, hidungmu, mulutmu, Aku suka tingkahmu yang angkuh, dan Aku suka melihat kau mengenakan syal hijau itu". Sambungku,,seperti setengah sadar.

Suasana hening sejenak,, suara angin sepoi kembali terdengar,, dan menerbangkan beberapa helai daun kering yang berserakan di tanah. Tak ada reaksi apapun darinya, hingga mendorongku untuk kembali berbicara.
"Walaupun kata orang, Syal hijau yang kau kenakan itu warnanya terlalu mencolok, tapi Aku suka. Selama ini,diam-diam tiap hari setiap pulang sekolah Aku selalu berjalan tepat di belakangmu. Memandangi punggungmu yang kekar dan syal hijau yang melingkar di lehermu. Syal hijau itu seolah membuat musim dingin bernuansa hijau".
"Aku tau !". Ujarnya tiba-tiba.
"Apa??".
"Aku tau, kalau tiap hari kau selalu berjalan tepat di belakangku." Sambungnya, seraya melangkah menghampiriku.
"Ayo pasang !!." Serunya, seraya mengulurkan tangan kirinya padaku dengan ekspresi datar.
"Apa??." Tanyaku tak mengerti.
"Gelang ditanganmu itu,, untuk Aku kan? ayo Cepat pasang!!."
Ternyata dia tau tentang gelang itu. Dan tanpa pikir panjang, Aku pun langsung memasangkan gelang hijau yang bertuliskan Namanya itu di tangan kirinya.
"Thanks!! . Udara disini sangat dingin,, Ayo kembali ke kelas!!." Ujarnya,, Lalu berjalan kembali ke kelas seraya menarikku ikut bersamanya.
Sama sekali tak ada penjelasan darinya,, apakah aku ditolak atau di terima. Namun Aku sudah cukup merasa senang kerena Aku menjadi gadis pertama yang digandengnya. Dia bahkan tak canggung melakukannya di depan teman-teman yang lain...
Ini baru awal, dan Aku harap masih ada kisah-kisah menyenangkan lainnya yang akan terjadi di musim dingin kali ini. ~^_^~

-hujan-



Kendari,,, desember (musim hujan)

Satu kata yang bisa menggambarkan hujan, adalah "Romantis".
Hari ini, hujan turun lagi. Aku tak pernah mengeluh setiap kali hujan turun,, Tak peduli walaupun harus kehujanan di tengah jalan. Tanah basah dan payung hijauku,, adalah dua hal yang pasti kulihat saat hujan turun. Kenapa harus payung hijau?? Walaupun hijau bukan warna kesukaanku,, tetapi menurutku hujan dan warna hijau adalah dua hal yang cocok untuk di satukan.

Berjalan melintasi jalan yang basah seraya mengenakkan payung hijau di tengah hujan deras membuatku merasa tentram,, melupakan sejenak masalah yang mengganjal dalam hati. Satu hal yang kuharapkan terjadi saat sedang berjalan di tengah hujan deras yaitu melihat seekor kodok ijo yang dapat berubah menjadi pangeran saat Aku menciumnya... Hihi ~^_^~ khayalan tingkat tinggi neh... :p :p :p