ARTIKEL

Selamat datang

follow blog-ku yach,,, dan jangan lupa beri komentar ... thanks ^_^

Rabu, 23 November 2011

Alasan Mengapa selalu Merasa Berat Untuk Memotong Rambut


Dari dulu rambutku memang jarang pendek,, selalunya pasti panjang. kenapa? Hmmm,, kenapa yah? mungkin karna mama juga rambutnya panjang, akhirnya jadi ikut-ikutan manjangin rambut. waktu itu sempat mikir buat motong rambut jadi pendek,, tp gak jadi soalnya mbak-mbak yang disalon ngomong, klo jaman skarang sudah jarang ada cewek yang rambutnya panjang. Limited edition deh. kalaupun ada kebanyakan pasti rambut extension, yang perawatannya susah,, mahal di tambah lagi menyiksa saat tidur *emang gitu yah?* Akhirnya beberapa tahun terkhir ini, ttp bertahan dengan model rambut panjang. potong rambut paling 6 bulan sekali itupun cuma 1-2 cm. tapi akhir-akhir ini rambutku rontok, mama sm teman-teman nyaranin buat motong rrambut sampe sebahu,, katanya supaya keliatan lebih seger... tapi,, masih mikir-mikir. ada beberapa alasan kenapa saya selalu merasa berat buat mendekin rambut yaitu:

1. rambut panjang itu ciri khas aku
2. rambut panjang itu unik
3. rambut panjang itu cantik *cewek b9d*
4. rambut panjang itu manis
5. gak tega motong rambut yg udah di rawat selama bertahun-tahun
6. punya rambut panjang bs dimodelin macam-macam
7. kebanyakan cowok suka sama cewek yang rambutnya panjang *cowokku yg skrg jg gitu*

tapi biar gitu, kedepannya gak tau bakalan motong rambut atau pertahanin rambut panjang... mungkin suatu saat tiba-tiba khilaf trus mangkas rambut sampe sebahu, who knows? *Dilema*

TugasQ. Metode Penelitian Sosial

A. Pengertian

Penelitian adalah terjemahan dari bahasa Inggris, ‘Research’. Sebagian ahli menerjemahkan kata research dengan kata riset.‘Re’, yang berarti ‘kembali’ dan research adalah mencari. Jadi arti sesunguhnya dari research adalah ‘mencari kembali.’ Research itu sendiri berasal dari kata

Dalam buku Pengantar Penelitian Pekerjaan Sosial disebutkan bahwa Penelitian adalah suatu cara untuk menyelesaikan suatu masalah guna menekan batas-batas ketidak tahuan manusia. Dengan kata lain penelitian adalah suatu pemikiran untuk melakukan kegiatan meneliti, mengumpulkan serta memproses fakta-fakta yang ada, sehingga kumpulan fakta-fakta tersebut dapat dikombinasikan oleh peneliti.

Menurut kamus Webster’s New International, penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta dan prinisp-prinsip; suatu penyelidikan yang mata cerdik untuk menetapkan sesuatu.

Menurut Ilmuwan Hillway (1956), penelitian tidak lain dari suatu study yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang mata cerdik untuk menetapkan sesuatu.

Whitney (1960) Penelitian disamping untuk memperoleh kebenaran, kerja menyelidik harus pula dilakukan seseorang melalui penyelidikan secara sungguh-sungguh dalam waktu yang lama. Whitney mengutip pengertian penelitian dari bebrepa ahli sebagai berikut :

a) Penelitian adalah pencarian terhadap seseuatu (inquiry) secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini dulakukan terhadap masalah yang dapat dipecahkan (Parson, 1946)

b) Penelitian adalah pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antar fakta dan menghasilkan dalail atau hokum (John, 1949)

c) Penelitiana dalah transpormasi yang terkendalikan atau terarah dari suatu situasi yang dikenal dalam kenyataan-kenyataan yang ada padanya dan hubungannya, seperti mengubah unsure dari situasi orisinal menjadi keseluruhan yang terpadu. (Dewey, 1936)

Demikianlah pengertian penelitian yang dikemukakan oleh para ahli disamping masih banyak lagi pengertian dari para pakar dan ahli mengenai research, riset atau penelitian.

B. Pengertian Konsep, Konstruk, Variabel, Proposisi dan Teori

Konsep adalah suatu kata atau lebih yang menggambarkan suatu gejala atau suatu ide (gagasan) tertentu. Baley menyebutnya sebagai mental image atau persepsi, contoh : buku.

Konstruk adalah konsep yang mempunyai tingkat abstraksi tinggi karena kita tidak dapat secara langsung apa yang digambarkan konsep itu.

Variabel adalah konsep yang mempunyai dua nilai atau lebih pada suatu kontinum. Contoh : angka; usia, kepadatan penduduk. Kata-kata; jenis kelamin.

Proposisi adalah pernyataan tentang suatu konsep atau lebih.

Hipotesa adalah proposisi yang masih bersifat sementara dan masih ahrus di uji kebenarannya.

Teori adalah proposisi yang memberikan penjelasan atas gejala. Teori merupakan penjelasan atau rumusan yang pada umumnya benar.

Fakta adalah penjelasan yang secara empirik benar. Fakta adalah sesuatu yang sesuai kenyataan. Data adalah hasil penelitian atau pengamatan yang menjadi dasr untuk menarik kesimpulan lebih lanjut.

Asumsi adalah serangkaian pernyataan tentang hubungan antara dua konsep atau lebih. Misal makin besar A, makin besar B.

C. Tahap-tahap Penelitian

Adapun tahap-tahap penelitian yang dirumuskan dalam buku Pengantar Penelitian Pekerjaan Sosial terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan sebagai berikut :

  1. Perumusan Isu Penelitian

Dalam hal ini penyusunan teori mendapat perhatian cukup besar dalam penelitian sosial. Karena disini orang menyusun, merumuskan apa-apa yang akan menjadi bahan penelitian. Seprti contoh yang dikemukakan Emile Durkheim yang mencoba meneliti sebab-sebab orang bunuh diri dalam suatu masyarakat.

2. Perumusan Masalah Penelitian

Merumuskan masalah dari beberapa masalah yang ada. Misla merumuskan suatu masalah penelitian dalam suatu bidang yang luas, dapat dilakukan dengan mempersempit cakupan penelitiannya sehingga dapat dilaksanakan.

3. Pemilihan Bentuk Studi yang Tepat

Pemilihan suatu tipe atau bentuk studi tertentu erat hubungannya dengan hakikat masalah penelitian, sumber data yang bias dicapai serta taraf pemahaman tentang penelitian.

4. Penarkan Simple Responden

Secara ideal, peneliti dapat memeriksa setiapunsur yang menarik perhatiannya. Namun jarang sekali peneliti dapat meneliti setiap unsure darikeseluruhan populasi karena keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga.

5. Pengukuran Data

Bila pertanyaan-pertanyaan dan proposisi penelitian telah dirimuskan, maslah penelitian telah dipersmpit kedalam ukuran yang dapat dilaksanakan, metode penelitian yang tepat ditentukan dan sample ditentukan. Peneliti perlu menyusun cara-cara untuk mengkaji proposisi tersebut.

6. Pengumpulan Data

Suatu cara untuk memperoleh data dan informasi. Dapun cara yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan data adalah dengan cara; observasi, mempelajari dokumen dan wawancara baik lisan maupun tulisan.

7. Analisa Data

Sebagai langkah awal untuk menganalisa data diperlikan analisa statistika yang merupakan aspek penting dari poenelitian sosial.

8. Interpretasi dan Penyusunan Laporan

Yaitu suatu bentuk laporan dari hasil penelitian dengan berdasarkan kaidah-kaidah tertentu.

9. Mengintegrasikan Hasil Penelitian ke dalam Teori dan Kebijakan

Laporan ini sebagai bentuk yang disajikan untuk mempengaruhi para pembuat kebijakan dengan memperhatikan serta mempertimbangkan hasil penelitian dari awal sampai akhir.

Sedangkan Dr. Kartini Kartono dalam bukunya yang berjudul Pengantar Metodologi Riset Sosial merumuskan beberapa tahap atau langkah penelitian sebagai berikut :

1. Menentukan proyek, memformulasikan masalah, memilih judul dan menentukan topik.

Yaitu suatu langkah untuk menentikan proyek, memformulasikan masalah, memilih judul dan topik. Setiap objek atau permaslahan penelitian itu memberikanisi dan pengarahan dalam proses pelaksanaan penelitian. Bagi banyak orang, memulai kegiatan dengan langkah menentukan dan membatasi suatu masalah itu merupakan fase yang paling sulit.

2. Mengumpulkan data dan informasi.

Riset adalah aktivitas ilmiah yang sistematis, terarah dan bertujuan. Jadi bukan hanya mengumpulkan data secara kebetulan saja; akan tetapi upaya menghimpun dengan terencana dan siematis data informasi yang relevan.

3. Menentukan tujuan operasional dan substansial.

Tujuan operasional adalah tujuan berupa suatu objek yang langsung akan digarap oleh peneliti; terhadap objek tersebut orang langsung akan melakukan usaha-usaha operatif. Sedangkan tujuan substansial adalah tujuan penggunaan dari hasil penelitian bagi suatu keperluan/kegiatan tertentu.

4. Perumusan hipotesa. Hipotesa mayor, minor dan nihil.

Hipotesa adalah stelling, patokan, pendirian, dalil dianggap benar, juga berarti ‘ondestelling’, persangkaan, dugaan yang dianggap benar untuk sementara waktu dan perlu dibuktikan kebenarannya.

5. Pengolahan data, menganalisa elemen dan mengintrepretasikan data.

Mengolah data berarti menimbang, menyaring, dan mengklasifiukasikan. Menimbang dan menyaring data itu berartibenar-benar memilih secara hati-hati data yang relevan tepat, dan berkaitan dengan masalah yang diteliti.

6. Merumuskan konklusi, mengemukakan hasil dan rekomendasi.

Produk terakhir dari riset ialah suatu generasisasi atau satu seri generalisasi sebagai kusien dari hasil analisa data yang seksama.

7. Penulisan dan penyusunan laporan dari penelitian sosial.

Dalam implikasi dikemukakan kosekuensi-konsekuensi dari hasil penelitian, dan diberikan rekomendasi untuk aktivitas-aktivits diagnostik dan terapeutis, reformasi sosial atau perbaikan-perbaikan sosial.

Demikian langkah-langkah atau tahap-tahap penelitian yang dikemukakan Dr. Kartini Kartono.

D. Jenis-jenis Penelitian

Penggolongan jenis-jenis penelitian itu sangat bergantung pada peristiwa dari mana seseorang hendak meninjau persoalannya. Namun pada umumnya penelitian dapat digolongkan pada beberapa jenis sebagai berikut :

1. Ditinjau dari segi etalasenya penelitian dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu penelitian dasar (basic reserch) dan penelitian terapan (applied research).

2. Menurut bidangnya penelitian digolongkan kedalam beberapa kelompok sebagai berikut; Penelitian pendidikan, sejarah, ekonomi, politik, bahasa, teknik, militer, hukum, pertanian, peternakan, kehutanan dan lain-lain.

3. Penggolongan menurut tempat dilaksanakan penelitian adalah; penelitian labolatorium, penelitian lapangan atau field research dan penelitian perpustakaan (library research).

Sistematika penggolongan yang dituliskan di atas tidak selalu diikuti oleh semua orang, sehingga mungkin ada beberapa jenis penggolonganatau penelitian lainnya yang belum disebutkan.. Sebab, jika ada orang yang bertolak dari sudut pandang yang berbeda , maka ia akan mengadakan jenis-jenis atau bentuk yang berbeda pula. Penggolongan atau jenis-jenis penelitian ini merupakan jenis yang sudah umun disamping masih banyak lagi yang lainnya.

Sabtu, 19 November 2011

TugasQ. Kapita Selekta Kehumasan


1. InternalPublic
InternalPublic atau Publik internal yaitu Publik yang berada didalam perusahaan sepertikaryawan. Karyawan tersebut bisa terdiri dari manager, secretary, supervisor,receptionist dan lain sebagainya. Menurut Cutlip & Center ( 1982 : 290 ),pengertian publik internal atau lebih dikenal dengan sebutan Employee relationsyaitu sekelompok orang bekerja (karyawan/ pegawai) didalam suatu perusahaan.
Karyawan sebuah perusahaan merupakan aset yang cukuppenting, karena karyawan itu sendiri terkait dengan status atau kedudukan yangsaling berbeda antara satu dengan yang lainnya tapi pada prinsipnya memilikikeinginan yang sama terhadap pimpinan atau perusahaan.

Menurut Frank Jefkins dalam bukunya Public Relations (1995),“Hubungan publik internal sama pentingnya dengan hubungan publik eksternal,karena kedua bentuk hubungan publik tersebut diumpamakan sebagai dua sisi matauang yang mempunyai arti sama dan saling terkait satu sama lain“. Dengandemikian dapat juga diartikan bahwa hubungan kepegawaian (Employee Relations) tersebut tidak dilihat dalam pengertian yang sempit, yaitu sama denganhubungan industrial yang hanya menekankan pada unsur dua proses “produksi &upah“ yang terkait dengan “lingkungan kerja“ pengertiannya lebih dari itu,hubungan tersebut dipengaruhi oleh hubungan komunikasi internal antar karyawandengan karyawan lainnya atau hubungan karyawan dengan manajemen perusahaan yangefektif (Cutlip & Center, 1982, hal. 292).
2. ExternalPublic
External public atau public eksternal adalahmereka yang beradsa diluar lembaga, seperti komunitas local disekitarperuasahaan, publik pers pencari sumber berita dan pemerintah. Public eksternalini salah satunya adalah Marketing public relation yang merupakan Prosesperencanaan, pelaksanaan dan pengevaluasian program-program yang merangsangpembelian dan kepuasan konsumen melalui komunikasi mengenai informasi yangdapat dipercaya dan melalui kesan-kesan yang menghubungkan perusahaan danproduknya sesuai dengan kebutuhan, perhatian dan kepentingan para konsumen. Eksternalpublik secara organik tidak berkaitan langsung dengan perusahaan seperti pers,pemerintah, pendidik/ dosen, pelanggan, komunitas dan pemasok.

3. Media-media humas

a. Media komunikasi tradisional

Dongeng adalah salah satu media tradisional yang pernahpopular di Indonesia. Pada masa silam, kesempatan untuk mendengarkan dongengtersebut selalu ada, karena merupakan bagian dari kebudayaan lisan diIndonesia. Bagi para ibu mendongeng merupakan cara berkomunikasi denganputra-putri mereka, terutama untuk menanamkan nilai-nilai sosial, yangditurunkan dari generasi ke generasi.
Di berbagaidaerah di Indonesia, media komunikasi tradisional tampil dalam berbagai bentukdan sifat, sejalan dengan variasi kebudayaan yang ada di daerah-daerah itu.Misalnya, tudung sipulung (duduk bersama), ma’bulo sibatang (kumpul bersamadalam sebuah pondok bambu) di Sulawesi Selatan (Abdul Muis, 1984) dan selapanan(peringatan pada hari ke-35 kelahiran) di Jawa Tengah, boleh dikemukan sebagaibeberapa contoh media tradisional di kedua daerah ini. Di samping itu, bolehjuga ditunjukkan sebuah instrumen tradisional seperti kentongan yang masihbanyak digunakan di Jawa. Instrumen ini dapat digunakan untuk mengkomunikasikanpesan-pesan yang mengandung makna yang berbeda, seperti adanya kematian,kecelakaan, kebakaran, pencurian dan sebagainya, kepada seluruh wargamasyarakat desa, jika ia dibunyikan dengan irama-irama tertentu.
Mediatradisional dikenal juga sebagai media rakyat. Dalam pengertian yang lebihsempit, media ini sering juga disebut sebagai kesenian rakyat. Dalam hubunganini Coseteng dan Nemenzo (dalam Jahi, 1988) mendefinisikan media tradisionalsebagai bentuk-bentuk verbal, gerakan, lisan dan visual yang dikenal ataudiakrabi rakyat, diterima oleh mereka, dan diperdengarkan atau dipertunjukkanoleh dan/atau untuk mereka dengan maksud menghibur, memaklumkan, menjelaskan,mengajar, dan mendidik.

- RagamMedia Tradisional
Nurudin (2004)mengatakan bahwa membicarakan media tradisional tidak bisa dipisahkan dari senitradisional, yakni suatu bentuk kesenian yang digali dari cerita-cerita rakyatdengan memakai media tradisional. Media tradisional sering disebut sebagaibentuk folklor. Bentuk-bentuk folklor tersebut antara lain:
a. Cerita prosa rakyat (mite, legenda, dongeng);
b. Ungkapanrakyat (peribahasa, pemeo, pepatah);
c. Puisirakyat;
d. Nyayianrakyat;
e. Teaterrakyat;
f. Gerakisyarat (memicingkan mata tanda cinta);
g. Alatpengingat (mengirim sisrih berarti meminang); dan
h. Alatbunyi-bunyian (kentongan, gong, bedug dan lain-lain).
b. Press Relation
Siaranpers adalah sebuah tulisan ataupun rekaman yang ditujukan langsung pada mediamassa dengan tujuan untuk mengumumkan sesuatu yang memiliki nilai berita agardipublikasikan di media massa. Dalam strukturnya, pada bagian akhir siaran persbiasanya terdapat latar belakang (bahasa Inggris:backgrounder), dimana dibagian ini berisi uraian singkat informasi yang bermanfaat sebagai penopangbagi tulisan wartawan. Pada umumnyasiaran pers dikirimkan via pos, via fax, ataupun dikirimkan melalui suratelektronik kepada para editor dari semua surat kabar, majalah, stasiun-stasiunradio; televisi dan jaringannya. Terkadang siaran pers tunda dikirimkan dalamrangka undangan untuk menghadiri "Konferensi pers.

c. Media Relation
MediaRelation dalam PR William F. Arens (1999:310) mendefinisikan Public Relationssebagai sebuah fungsi manajemen yang memfokuskan diri pada membangun/mengembangkan relasi serta komunikasi yang ilakukan individual maupunorganisasi terhadap publik guna menciptakan hubungan yang saling menguntungkan.Publik yang dimaksud dari definisi di atas menurut Arens ada tujuh kategoripublik, yaitu para Employe es-Stockholders-Communities-Media-Government-Investment Community- customers.
"MediaRelations adalah relasi yang dibangun dan dikembangkan dengan media untukmenjangkau publik guna meningkatkan pencitraan, kepercayaan, dan tercapainyatujuan-tujuan individu maupun organisasi/perusahaan. Fungsi media relationsadalah meningkatkan citra perusahaan, meningkatkan kepercayaan publik,meningkatkan point of selling, membantu perusahaan keluar dari komunikasikrisis, dan meningkatkan relasi dari beragam publik."
Tampakbahwa pengertian Media Relations berdasarkan pada relasi antara individu atauorganisasi/perusahaan dengan media. Sehingga dapat disimpulkan pengertian MediaRelations adalah relasi yang dibangun dan dikembangkan dengan media untukmenjangkau publik guna meningkatkan pencitraan, kepercayaan, dan tercapainyatujuan-tujuan individu maupun organisasi/perusahaan.
Dengandemikian, bisa dikatakan bahwa perusahaan mengunakan media massa sebagai mediumpenyampai pesan dan pencitraan kepada publik. Semakin banyak akses yang didapatpublik dari media massa berkaitan dengan produk atau layanan yang diberikanoleh perusahaan, maka diharapkansemakin besar tingkat kepercayaan publik. Pada akhirnya publik akan memakaiproduk atau jasa perusahaan yang dipublikasikan media; atau setidaknya, publikdapat menjadi saluran kembali yang secara tidak langsung mempromosikan produkatau jasa kepada komunitasnyamelalui word of mouth. Pada dasarnya, banyak pilihan saluran komunikasi atau media yangbisa dipakai perusahaan dalam menyampaikan pesan. Dalam kajian komunikasi massaada empat saluran komunikasi, yaitu media antarpribadi, media kelompok, mediamassa, dan media publik. Sebagai saluran komunikasi, media massa memilikikarakteristik tersendiri dibandingkan media lainnya.
d. Liber Public Relation
Media bias mengacupada bias dari wartawan dan produsen berita di media massa dalam seleksi yangperistiwa dan cerita yang dilaporkan dan bagaimana mereka ditutupi. Istilah"media bias" menyiratkan atau luas bias meresap melanggar standarjurnalisme , bukan perspektif seorang wartawan individu atau artikel. Arah danderajat bias media di berbagai negara secara luas diperdebatkan. Praktisketerbatasan untuk netralitas media meliputi ketidakmampuan wartawan untukmelaporkan semua cerita dan fakta yang tersedia, dan persyaratan bahwafakta-fakta yang dipilih dihubungkan menjadi narasi yang koheren. Karena tidakmungkin untuk melaporkan segala sesuatu, selektivitas tidak bisa dihindari.Pemerintah pengaruh, termasuk terbuka dan rahasia sensor , bias media dibeberapa Negara.
4. Tujuanpelaksanaan PR
4.1 Pembetukancitra
Dalam Kamus BesarBahasa Indonesia, pengertian citra adalah: (1) kata benda: gambar, rupa,gambaran; (2) gambaran yang dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan,organisasi atau produk; (3) kesan mental atau bayangan visual yang ditimbulkanoleh sebuah kata, frase atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yang khas dalamkarya prosa atau puisi; (4) data atau informasi dari potret udara untuk bahanevaluasi.
a. MembentukCitra Bayangan / Mirror image
Citra ini melekat pada orang dalam atauanggota-anggota organisasi – biasanya adalah pemimpinnya – mengenai anggapanpihak luar tentang organisasinya. Dalam kalimat lain, citra bayangan adalahcitra yang dianut oleh orang dalam mengenai pandangan luar, terhadaporganisasinya. Citra ini seringkali tidak tepat, bahkan hanya sekedar ilusi,sebagai akibat dari tidak memadainya informasi, pengetahuan ataupun pemahamanyang dimiliki oleh kalangan dalam organisasi itu mengenai pendapat ataupandangan pihak-pihak luar. Dalam situasi yang biasa, sering muncul fantasisemua orang menyukai kita.

b. PembentukanCitra Yang berlaku / Current image
Citra yang berlaku adalah suatu citra ataupandangan yang dianut oleh pihak-pihak luar mengenai suatu organisasi. Citraini sepenuhnya ditentukan oleh banyak-sedikitnya informasi yang dimiliki olehmereka yang mempercayainya.
c. PembentukanCitra Harapan / Wish image
Citra harapan adalah suatu citra yangdiinginkan oleh pihak manajemen atau suatu organisasi. Citra yang diharapknbiasanya dirumuskan dan diterapkan untuk sesuatu yang relatif baru, ketikakhalayak belum memiliki informasi yang memadai mengenainya.
d. PembetukanCitra Perusahaan / Coorporate image
Apa yang dimaksud dengan citra perusahaanadalah citra dari suatu organisasi secara keseluruhan, jadi bukan sekedar citraatas produk dan pelayanannya.
e. PembentukanCitra Majemuk / Multiple image
Yaitu adanya image yangbermacam-macam dari publiknya terhadap organisasi tertentu yang ditimbulkanoleh mereka yang mewakili organisasi kita dengan tingkah laku yang berbeda-bedaatau tidak seirama dengan tujuan atau asas organisasi kita. Banyaknya jumlah pegawai (individu), cabang, atau perwakilandari sebuah perusahaan atau organisasi dapat memunculkan suatu citra yang belumtentu sama dengan organisasi atau perusahaan tersebut secara keseluruhan.
4.2 Citra Positif / Negatif
Institusi yang baikdan menempati hati atau tertanam dalam benak (mindset) para pelanggan adalahinstitusi yang mempunyai Citra Positif, setiap citra positif yang ditampilkanoleh institusi terhadap publiknya membuat publik (pelanggan) ”meletakkan”keyakinannya pada institusi tersebut. PR juga mempunyai tugas pokok dan fungsisebagai ”jembatan” antara institusi dengan publiknya (pelanggannya) kerangkakerja yang positif. Rekayasa, atau dalam bahasaasalnya kita kenal dengan engineering, memang memiliki konotasi negatif ketikadikaitkan dengan masalah citra. Setidaknya, itulah yang terjadi dalam persepsimasyarakat Indonesia. Menariknya, istilah “rekayasa citra” begitu lekat padaprofesi Public Relations dan politik. Rekayasa dipersepsikan sebagai hal yangnegatif karena dikesankan sebagai upaya mengubah sesuatu demi kepentingan dirisendiri ataupun pihak tertentu.
Seberapa jauh rekayasamenjadi negatif, tentu masing-masing pihak punya alasan tersendiri. Namun,masalahnya bukanlah terletak pada urusan rekayasa itu negatif atau positif.Masalahnya lebih terletak pada persepsi tentang profesi Public Relations danpolitik itu tadi. Maklum, baik Public Relations maupun politisi dipersepsikansuka melakukan rekayasa yang manipulatif.
5. PenerapanKegiatan PR
1. PR untuk Bisnis dan Asosiasi perusahaan
Public Relationsadalah lebih dari sekedar metode pengontrol kerusakan-perusahaan besar. Kontrolyang digunakan ketika mereka mengalami kesulitan. Ini juga merupakan pendekatansehari-hari untuk melakukan bisnis bahwa semua perusahaan harus memasukkan kedalam rencana pemasaran mereka. Ini hanya berlaku untuk usaha kecil sepertipada orang lain, dan tanpa pendekatan cerdas untuk PR, sisa bisnis Anda bisamenderita.
- PR meningkatkan kesadaran
Ada beberapa hal yang PR dapat lakukanuntuk perusahaan. Pertama dan terpenting, PR meningkatkan kesadaran dari bisnisAnda. Ini berbeda dari pemasaran tradisional di mana Anda bergantung padaiklan, SEO, dan dari mulut ke mulut untuk membantu menyebarkan berita tentangbisnis Anda. Ini merupakan pendekatan yang lebih komprehensif yang melibatkanmemperlakukan bisnis Anda sebagai sebuah perusahaan berita yang berarti sesuatudi luar hanya membuat uang atau menjual barang. Untuk kepentingan peningkatankesadaran, semua perusahaan harus memiliki strategi yang berkaitan dengansiaran pers. Setiap saat ada pengembangan utama dengan bisnis Anda, apakah Andamemulai, menawarkan produk baru, atau membuka kantor baru, Anda harus membuatsiaran pers. Berkat internet, siaran pers sekarang lebih penting daripadasebelumnya, mereka mendapatkan kata keluar tentang perusahaan Anda dan jugaberkontribusi SEO Anda.
- PRmemperoleh loyalitas
Sementaraitu, masyarakat aspek hubungan PR adalah apa yang Anda mendapatkan rasa hormatdan loyalitas dari pelanggan Anda. Apakah kamu seorang bisnis lokal atau Anda melakukansebagian besar penjualan Anda melalui web, memiliki dampak positif padamasyarakat Anda membuat Anda menjadi bisnis yang orang ingin bekerja dengan.Tentu saja, ada banyak cara untuk melakukan ini-Anda dapat mengatur aktivitasmasyarakat, memberikan amal, atau membuat upaya publik untuk menjadi hijau. Apapun yang Anda memilih untuk melakukannya, setiap perusahaan harus memilikibeberapa jenis usaha pro-komunitas di tempat.
- PRmendapat investor
JikaAnda akan memikat investor baik dalam waktu dekat atau lebih lanjut di telepon,maka Anda tidak ingin mengabaikan PR. profil publik adalah salah satu daribanyak hal yang investor mempertimbangkan ketika memutuskan apakah akanmemasukkan uang ke dalam perusahaan. Jika bisnis Anda sudah hampir tidak adakeberadaan umum atau lebih buruk lagi, memiliki citra publik negatif, maka Andaakan sulit sekali menemukan orang yang bersedia untuk memberikan kontribusiterhadap pendanaan Anda.
SebelumAnda melangkah lebih lanjut dengan bisnis Anda, pertimbangkan hubungan investormemasang sebuah halaman di situs Anda dan memupuk link positif untuk diletakkandi sana, entah itu berita, siaran pers, atau positif menyebutkan perusahaanAnda di blog atau outlet lainnya.
- PRmembantu menarik dan mempertahankan bakat-bakat
Mungkin Anda tidak melakukan banyak mempekerjakan, tapi dimasa depan, jika Anda memutuskan untuk membawa beberapa bantuan yang baru, makaakan menguntungkan Anda jika karyawan potensial Anda memiliki kesan positifterhadap apa yang Anda lakukan. Perusahaan dengan reputasi yang buruk cenderungmenarik karyawan yang buruk, sedangkan perusahaan-perusahaan yang dianggap baikada orang menggedor pintu-pintu untuk bekerja untuk mereka.


2. PR untuk Organisasi piramid
Sebetulnyamemformulasikan apa peran PR dalam organisai bukanlah hal yang mudah. Beberapapenulis mencoba memetakan bahwa pada dasarnya peran PR dalam sebuah organisasiadalah sebagai berikut:
1. CommunicationTehnician
Praktisi memasuki dunia PR ini sebagaiteknis. Pada tahap ini kemampuan jurnalistik dan komunikasi sangat diperlukan.PR diarahkan untuk berperan menulis, menulis news letter, menulis in housejournal, menulis news release, menulis feature, dll. Biasanya praktisi dalamperan ini tidak hadir pada saat manajemen menemui kesulitan. Mereka tidakdilibatkan dalam manajemen sebagai pengambil keputusan. Peran mereka lebih kearah penulisan tools dan mengimplementasikan program. Mereka sebagai "thelast to know"
2. ExpertPrescriber
Praktisi PR sebagai pendefinisi problem,pengembang program dan memeiliki tanggungjawab penuh untukmengimplementasikannya. Mereka sebagai pihak yang pasif. Manajer yang lainnyamenyerahkan tugas komunikasi sepenuhnya ke tangan si "komunikasi" inisehingga mereka dapat mengerjakan pekerjaan mereka yang lainnya.Tampaknyabangga karena PR semacam ini dianugerahi kepercayaan tinggi tetapi karena tidakadanya keterlibatan top manajemen dalam peran PR maka PR seolah terisolir dariperusahaan. Ia sibuk sendiri dengan pekerjaannya. Di pihak manajemen merekajuga menjadi sangat tergantung kepada PR nya. Mereka menjadi minim komitmenkepada tugas – tugas PR, padahala seperti diketahui seharusnya tugas PRharusnya dilakukan oleh semua orang yang ada dalam sebuah perusahaan,

Dalam hal diffusi peran dan fungsi PR sehingga mereka paham spirit perlunya PRbagi perusahaan menjadi rendah dan tidak akan tersosialisasi bahkan terburukakan hilang kepercayaan top manajemen akan fungsi PR bagi sebuah organisasi.Hal ini akan terjadi apabila top manajemen banyak merasa dikecewakan oleh PR yangdianggap mereka sebagai pakar.

3. CommunicationFacilitator
PR sebagai pendengar setia dan brokerinformasi. Mereka sebagai penghubung, interpreter dan mediator antaraorganisasi dan publiknya. Mereka mengelola two way communicationnya dengan caramembuka rintangan komunikasi yang ada/yang terjadi. Tujuannya dalam hal iniadalah untuk menyediakan kebutuhan dua belah pihak akan informasi, membuatkesepakatan yang melibatkan minat keduabelah pihak.
Para pelaku dengan peran ini menempatkandirinya sebagai sumber informasi dan sebagai kontak antara organisasi danpubliknya. Sebagai wasit dari interaksi, memantapkan agenda yang akandidiskusikan antara dua belah pihak, menyimpulkan pandangan, bereaksi terhadapkasus, membantu partisipan mendiagnosa masalah, membantu menyelesaikan masalahyang berhubungan dengan komunikasi. Mereka menjadi boundary spanner antaraperusahaan dan publiknya. Mereka bekerja di bawah asumsi bahwa two waycommunication mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan organisasi danpublik dalam hal prosedur, kebijakan, serta tindakan lain yang berhubungandengan minat kedua belah pihak.
4. ProblemSolving Facilitator
Mereka berkolaborasi dengan manajer lainuntuk mendefinisikan dan memecahkan masalah. Mereka menjadi bagian dalam manajemenstratejik perusahaan. Bergabung dengan konsultan mulai dari awal direncanakanprogram hingga evaluasinya. Membantu manajemen menerapkan PR sebagai tahapanfungsi manajemen yang sama dengan kegiatan manajemen yang lain.
5. PR untukPelanggan Eceran
Sesi spesialis untukPemasaran akan memasuki mendalam dalam aspek strategis dan operasional dariperencanaan pemasaran: yaitu metode untuk mengumpulkan kebutuhan pelanggan,kriteria segmentasi yang berbeda, bagaimana menentukan target dan menciptakanposisi yang berbeda, bagaimana mengelola portofolio produk, pengelolaandukungan anggaran, daerah yang berbeda PR dan Komunikasi yang relevan untukindustri.

6. PR untukUsaha Kecil dan Menengah
Fokus utama Umum dan Corporate RelationsOffice adalah untuk mengelola hubungan masyarakat dan perusahaan urusankegiatan universitas yang akan bermanfaat bagi penghuni UKM, sektor publik danperusahaan, masyarakat lokal dan internasional.
Hubungan masyarakat dan urusan perusahaandari universitas adalah layanan penting, terus berkembang untuk menghadapitantangan dalam memajukan studi pendidikan tinggi dan keprihatinan terkait.Sebuah kantor kompeten dan waspada yang melakukan terencana dan sistematisupaya hubungan masyarakat akan meningkatkan kepercayaan publik UKM danmeningkatkan visibilitas UKM dan citra nasional dan internasional.
7. PR untuk kelompokagama dan khalayak
Agama memiliki peran yang penting disini.Tidak bisa dipungkiri, isu telah menjadi masalah agama. Hans Kung, sepertidikutip Benyamin Intan dalam buku Public Religion-nya, berbicara mengenai duasisi agama. Pertama, peran pasif dan negatif: agama harus berjuang agar tidakmenjadi sumber konflik. Agama harus menahan diri dan waspada, untuk menghindardari kemungkinan memicu konflik yang bisa merusak kedamaian. Sejarahmenunjukkan bagaimana agama, dibalik wajah damainya, kapanpun bisa berubahmenjadi sesuatu yang mengerikan dan menakutkan. Bagaimanapun, wajah mengerikandari agama bukanlah wajah sejatinya. Motivasi dan keinginan rekonsiliasi antaraberbagai kelompok agama, mencerminkan sisi lain agama, peran aktif dan positifagama. Kung sangat optimis bahwa agama memiliki kontribusi signifikan dalamperdamaian dunia.
8. PR untuk Instansi Pendidikan
Perkembangan dunia pendidikan semakin maju.Hal itu ditandai dengan kualitasdan kuantitas lembaga pendidikan yang semakinmembaik. Kesuksesan dan keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran semuakomponen-komponen pendidikan yang mampu menjalankan fungsidan tugasnyamasing-masing dengan baik. Sebuah sistem yang baik maka akan menghasilkanproses yang baik dan hasil yang dicapai pun akan baik pula. Disilah letak vitaldari pada peran humas dalam mensosialisasikan sebuah lembaga pendidikan kepadamasyarakat.

Dalam rangka membangun kepercayaan masyrakat, humas eksternak memiliki tugasyang tidak ringan. Membangun dan mempertankan stigma sebuah lembaga pendidikansangat bergantung kepada kontribusi humas eksternal lembaga yang bersangkutan.Oleh karena itu, perlu kiranya kita mengetahui apa itu humas eksternal dan hal-halyang terkait dengannya.
9. PR untuk instansi Pemerintah
Fungsi dan peran hubungan masyarakat(public relations) lembaga pemerintahan dinilai lamban dan relatif gagaldibandingkan dengan fungsi hubunganmasyarakat pada perusahaan swasta."Fungsi public relation (PR) instansi pemerintahan selama ini masihbersifat searah. Humas pemerintah cenderung menjalankan fungsi penerangan,tetapi tidak menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah,"ungkap Noke Kiroyan, Ketua International Public Relation Association (IPRA)Indonesia, di sela-sela acara Public Relation Week kemarin.
Banyak praktisi PR hanya sebagai pesuruhSelain itu, katanya, masih banyak instansi pemerintah tidak mempekerjakanorang-orang berlatar kehumasan. Akibatnya komunikasi menjadi tidak efektif.Namun, sampai sekarang belum ada riset untuk mengetahui efektivitas fungsikehumasan di lembaga pemerintahan.
10. PR untukPartai Politik
Public Relations adalah fungsi manajemensecara khusus yang mendukung terbentuknya saling pengertian dalam komunikasi,pemahaman, penerimaan dan kerja sama antara organisasi dengan berbagaipubliknya.(Cutlip, Center & Brown, 2000:4).
Partai Politik adalah analog dari pemasarankomersial dengan menggunakan saluran dari komunikasi massa, di lingkungan dimanawarga negara layaknya konsumen yang memilih “brand” yang sangat banyak.(McNair,1999:7)
Menurut James Carey dalam Buku KomunikasiPolitik Dan Nimmo , Public Relations dalam Partai Politik adalah seorangmakelar simbol, orang yang menerjemahkan sikap, pengetahuan, dan minat suatukomunitas bahasa yang lain yang berbeda tetapi menarik dan dapat dimengerti.Seorang PR dalam partai menghubungkan golongan elit dalam organisasi ataukomunitas manapun dengan khalayak umum, PR menghubungkan dua komunitas bahasayang dibedakan pada tingkat struktur sosial yang sama. (Dan Nimmo, 2005:33)
11. PR untukBadan Profesi
Humas sebagai ilmu. Tentunya kini sudahbanyak perguruan tinggi di banyak negara di belahan bumi ini yangmenyelenggarakan pendidikan tinggi humas untuk jenjang diploma (D-3), magister(S-2), dan doktor (S-3). Begitu pun di Indonesia sudah sampai jenjang magister(S-2), kendati hanya subpro-gram studi atau konsentrasi dari program studikomunikasi dan jenjang doktor (S3), kendati hanya penajaman dalam tugas akhir(disertasi) dari program studi komunikasi untuk program doktor. Humas sebagaiprofesi. Kini hampir semua sektor kehidupan memerlukan sentuhan humas. Baik itudunia bisnis, industri, perdagangan, lembaga swadaya masyarakat, lembagasosial, organisasi massa, organisasi politik, lembaga pemerintah, militer,pesantren, maupun lainnya, sudah memiliki departemen atau divisi humas.

Humas sebagai profesi. Bahkan kini bermunculan perusahaan-perusahaan jasakonsultan humas karena humas sudah menjadi industri. Konon, Presiden Clinton,selain memiliki humas Gedung Putih, juga dikelilingi sedikitnya lima konsultanhumas swasta. Ketika Clinton melakukan kampanye presiden dalam suatu acaragelar wicara (fatf show), ia diatur sedemikian rupa agar performance hingga kauskakinya jangan sampai tersorot kamera televisi ketika acara ituberlangsung.Kondisi serupa pun terjadi di Indonesia. Ketika pemilihan langsungcalon legislatif dan pemilihan presiden, banyak kandidat menggunakan jasakonsultan humas agar meraup dukungan dan simpati publik atau masyarakatsehingga terpilih menjadi anggota legislatif (DPR, DPD, DPRD) dan presiden.


Sumber: wikipedia dan blog kak wink kk senior aku d'kmapus :)) www.cybersonic.com