ARTIKEL

Selamat datang

follow blog-ku yach,,, dan jangan lupa beri komentar ... thanks ^_^

Sabtu, 27 Februari 2010

oh my god. he's 15


Tokyo, oktober (musim gugur)
Dia muncul secara tiba-tiba, seperti alien yang mengacaukan hidupuku. Hari itu, karena ada les tambahan di sekolah, aku jadi pulang lebih sore dari biasanya. jarum jam menunjukan pukul 18.00. udara semakin dingin. Aku berjalan menyusuri jalan sepi yang dipenuhi daun kering yang berguguran. Namun tiba-tiba langkahku terhenti. Ada suara-suara aneh berasal dari balik pohon, yang tumbuh tepat di tepi jalan yang aku lalui.
“hei,,, siapa disana?.” Tanyaku.
Seorang anak tiba-tiba keluar dari balik pohon itu sambil tersenyum
“hehe, ketahuan yach?” ujarnya seraya menggaru-garuk kepalanya. Aku menatapnya bingung untuk beberapa saat. Tubuhnya lebih tinggi dariku, mungkin sekita 170cm. rambutnya berantakkan. Kalau di perhatikan, mungkin usianya sama denganku. Kurang lebih 18 tahun. Tapi……….. dia mengenakkan seragam SMP.
“siapa kau???.” Tanya ku bingung.
Anak itu berjalan mendekat ke arahku.
“perkenalkan, namaku Ryuzaki.” Jawabnya, sambil terus tersenyum. Hmmm….dasar aneh. Gumamku dalam hati, lalu pergi begitu saja.
“hey…. Tunggu !!!”. cegatnya. Aku mencoba tak memprerdulikannya.
“hey….Ayaka tunggu !!!.” panggilnya lagi.
Aku terkejut. Ayaka??? Dari mana dia tau namaku? Perasaanku semakin tidak enak. Jangan-jangan anak itu anggota sindikat penculikan gadis-gadis muda yang kemudian di jual keluar negeri.
Tanpa pikir panjang lagi, aku pun berlari kencang meninggalkan anak itu sejauh mungkin. Aku tidak mau di culik, Tidak mau di jual, pikirku. Aku terus berlari sekencang mungkin, sambil sek-sekali menoleh kebelakang memastikan dia tak mengejarku.

“Aku pulang….!!!.” sukurlah, akhirnya bisa sampai rumah dengan selamat.
“selamat datang.” Sambut Ibu. “Loh, kenapa tergesah-gesah??.”
“tadi aku betemu orang aneh bu, mungkin anggota sindikat penculikan gadis-gadis di bawah umur.”
“hmmmft… .” ibu tersenyum geli. “kau ini ada-ada saja. Mandi sana, setelah itu turun untuk makan malam!”. Serunya.

Ke esokkan harinya. Mencoba melupakan kejadian kemarin, dan mencoba beraktifitas seperti biasanya. pukul 07.00 setelah meraih mantelku akupun berangkat kesekolah. Udara pagi yang segar membuatku bersemangat untuk memulai hari. Tapi………
“selamat pagi .” sapa seseorang.
Owh…tidak !!! anak itu lagi!!!
“kenapa kemarin kau pergi begitu saja, Aku kan belum selesai bicara.” Katanya dengan wajah tak berdosa.
“memangnya kau pikir kau itu siapa? Seenaknya saja sok akrab sama orang.”
“kemarinkan aku sudah memperkenalkan diri. Kau lupa yach?.”
“huufftt… terserah kau saja! Tapi aku tidak punya waktu untuk meladenimu. Sekarang aku harus kesekolah. Sampai jumpa!!!.” Pamitku.
Aku meninggalkannya begitu saja, dan melanjutkan perjalanan menuju sekolahku yang tidak begitu jauh dari rumah. Tapi, nampaknya anak itu tidak mudah menyerah. Walaupun tak lagi banyak biacara, tapi ternyata dia masih terus membuntutiku. Menyaksikan tingkahnya itu, lama-lama kesal juga.
Kurang lebih 15 menit kemudian, samapailah aku didepan gerbang sekolah. Anak itu masih terus membuntuti. “hey, kau mau ku laporkan kepolisi yach??!!!.” Kataku mulai kesal. Tapi dia hanya nyengir. “kau ini galak sekali. Aku kan hanya ingin memastikan kau sampai sekolah dengan selamat.” Jawabnya. Aku bingung, dari planet mana sih anak ini. “sekarang masuklah. Sampai jumpa. Sambungnya lalu pergi.
Dasar anak aneh!.
Sore harinya, puku 16.00 bel melengking tajam keseluruh penjuru sekolah. Aku segera merapikan semua buku dan bergegas meninggalkan kelas. Entah kenapa rasanya sedikit gugup. Jangan-jangan aku akan bertemu lagi dengan anak itu. Aku mengintip keluar gerbang sekolah, memastikan apakah anak itu ada disana atau tidak. Hmmmm…. Sejauh ini sosoknya belum Nampak. Waktunya kabur, pikirku.
“selamat sore !!!.”
Kyaaaaaaaaaa…. Tiba-tiba dia muncul tepat dibelakangku.
“Apa-apaan kau ini???.” Pekikku terkejut.
“hehe, kau kaget yach?. Maaf dech.”
“Dasar manusia planet. Kenapa kau terus saja menggangguku???.” Tanyaku kesal. Tapi seperti biasanya, di kerasi seperti apapun dia masih saja terus menyunggingkan senyuman lebar.
“namaku Ryuzaki, bukan manusia planet.” Jawabnya santai.
“what ever!!! lalu, kenapa kau terus mengikutiku?.”
“karena Aku suka.”
“Apanya???.”
“Semuanya.”
“Semua??? Huffft...jgn bicara seolah-olah kau tau semua tentang aku.” Kataku lalu bergegas pergi.
“Aku memang tau kok.” Jawabnya seraya mengikutiku.
“Oh yach??!!! Jangan sok tau kamu!!!.”
“Aku tau semuanya. Yukihiro ayaka, lahir 9 april. Warna kesukaan hijau. Hobby shopping. Suka nonton film percintaan romantis. Pernah dua kali pacaran dan dua kali di putuskan.”
“jiakkkkhhhh…..”langkahku terhenti. Memalukan sekali. Bahkan dia tau tentang kisah percintaanku yang suram.
Suasana hening sejenak. Aku tak tau harus bicara apa. Dari mana dia tau semua itu? Di kepalaku kini di penuhi barbagai macam pertanyaan.
“hey kau!!!.” Wajahku mulai serius. “sebenananya apa mau mu???.”
“kencan lah denganku!!!.” Jawabnya santai sambil tersenyum tipis.
“A….Apa???????.” (shok) rasanya seperti tersambar petir di siang bolong.
“Kau gila???.” Sambungku. “Tidak,,, aku serius.” Jawabnya.
“ok, tunggu sebentar.” Aku mulai mengatur nafas,, mencoba menenangkan diri agar tidak pingsan.
“Kalau tidak salah namamu Ryuzaki kan?.”
“Yup.”
“Berapa usiamu???.”
“15 .”
“Kalau begitu, selamat tinggal.” Jawabku lalu pergi.
“Hey tunggu! Kau tidak boleh pergi begitu saja sebelum memberiku jawaban.”
“Dasar bodoh!!!. Jawaban apa yang harus ku beri? Kau pikir Aku mau berkencan dengan anak yang usianya 3 tahun lebih muda dariku?!!.”
“hey, hey, jangan menilai orang dari usianya. Walaupun usiaku 15 tahun tapi pikiranku jauh lebih dewasa darimu. aku juga tau cara berciuman jauh lebih baik darimu!!!.”
Ngiiiiiiiiiiiiiikkkk. Langkahku lagi-lagi tehenti. Tiba-tiba seperti ada sesuatu yang terbelah dalam kepalaku. Cara ciuman? Apa-apaan dia?
Aku terdiam. Memandangi anak itu yang berdiri kurang lebih dua meter didepanku. Secara fisik dia memang terlihat lebih dewasa dari usianya. Tampangnya lumayan keren, tapi…. .. usianya 15 tahun.
“serius,,,Kau itu sebenarnya siapa???.”
“Orang yang peduli padamu.” Jawabnya. Lagi-lagi sambil tersenyum.

Jumat, 19 Februari 2010

konsentrasi ilmu hubungan masyarakat

Lulusan program sarjana Ilmu Hubungan Masyarakat ini dapat bekerja sebagai corporate communication specialist, public relations manager, public relations consultant, public opinion analyst, compaign manager, community developer, public relations officer, event organizer, public speaker, dan public relations consultant. dan bidang lainnya.

Lulusan Ilmu Hubungan Masyarakat dapat bekerja di bidang apapun di media massa, hotel, rumah produksi, pemerintahan maupun swasta, yang khusus menangani kehumasan, promosi atau kebijakan komunikasi lainnya. Era informasi dewasa ini ditandai dengan tumbuhnya industri di segala bidang, seperti industri manufaktur, retail, perdagangan, dan perbankan. Pertumbuhan dan perkembangan di bidang industri ini menuntut keahlian di bidang kehumasan.

Selama kuliah, mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Masyarakat diajarkan cara membangun hubungan baik dengan publik internal dan eksternal perusahaan, membina citra posistif perusahaan, mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan Public Relations seperti Press Tour, Press Conference, Open House, Ghatering, Exhibition, Event Organizer. Selain itu, mahasiswa juga diajarkan untuk mampu menulis berita sebagai dasar pembuatan Press Release. Keahlian lain yang diharapkan dari mahasiswa adalah mampu menganalisis opini publik yang berkembang tentang perusahaan sebagai masukan bagi pihak manajemen dalam pembuatan kebijakan dan mengatasi krisis dalam manajemen.

Mahasiswa juga diberikan kesempatan mempraktikkan ilmunya dengan Kuliah Kerja Lapangan di berbagai instansi yang memiliki bagian ataupun kegiatan kehumasan.

Rabu, 17 Februari 2010

Ilmu hubungan masyarakat/ public relation

PENGERTIAN HUMAS

Humas/ public relation adalah fungsi manajemen yang mengarah pada pembentukan Image/ citra yang baik.

Bapak Humas, pencetus ilmu hubungan masyarakat yaitu Ivy ledbetter lee. Dia dianggap sebagai father of public relation, karena dia berhasil mengembangkan konsep humas. Pada waktu itu, lee adalah seorang wartawan surat kabar. Timbulnya pemogokkan para pekerja yang mengancan kelumpuhan industry batu baramenimbulkan gagasan pada benak lee untuk menengahi kedua belah pihak, yaitu para industriawan dan para pekerja.
Gagasan yang ditawarkan lee, harus memenuhi dua syarat, yaitu :

•Dia diberi kedudukan dalam manajemen puncak/ Top management

•Dia di beri wewenang untuk menyebarkan semua informasi factual yang patut di ketahui khalayak.

Syarat pertama yang di ajukan lee, dianggap sebagai hal yang revolusioner, karena orang yang berprofesi sebagai publikasi di jauhkan dari pucuk pimpinan industry-industri besar. Dan syarat yang ke dua, dianggap sebagai hal yang unik.
Gagasan lee diatas dinamakan “declaration of principle” atau deklarasi asas-asas yang pada hakikatnya menyatakan bahwa, khalayak tidak dapat diabaikan oleh manajemen industry dan dianggap bodoh oleh pers. Lee menunjukkan bahwa, jika memberikan informasi yang wajar tanpa menyembunyikan kebenaran dari pers selaku wakil masyarakat, dan menaruh kepercayaan padanya, maka pers dan masyarakat akan memberikan penilaian yang jujur dan adil.

FUNGSI DAN TUGAS HUMAS

Tugas humas sehari-hari adalah:
•Menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas penyampaian informasi secara lisan , tertulis, atau melalui gambar kepada publiksehingga public mempunyai pengertian yang jelas terhadap hal ikhwal perusahaan atau lembaga serta tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan.

•Memonitor, merekang dan mengevaluasi tanggapan dan pendapat public.

•Mempelajari dan melakukan analisis reaksi public terhadap kebijaksanaan perusahaan/ lembaga maupun segala macam pendapat.

•Menyelenggarakan hubungan yang baikdengan masyarakat dan mediamassa, untuk memperoleh opini public dan perubahan sikap yang baik.


Fungsi humas menurut Cultlip & center adalah :

•Memudahkan dan menjamin arus opini yang bersifat mewakili public suatu organisasi, sehingga kebijakan suatu organisasi dapat dipelihara keserasiannya, dengan pandangan public tersebut.

•Menasehati manajemen mengenai cara menyusun kebijaksanaan, supaya dapat di terima oleh public.

•Merencanakan dan melaksanakan program-progaram yang dapat menimbulkan penafsiran yang menyenangkan terhadap kebijaksanaan organisasi.


KEDUDUKAN HUMAS

Menurut Scoot M. cultlip dan Allen center, idealnya humas dimasukkan dalam staf inti, langsung berada dibawah pimpinan atau Top manager supaya lebih maksimal dalam melaksanakan tugasnya. Dengan posisi itu, dia dapat mengetahui latar belakang keputusan yang diambil oleh pimpinan lembaga, sehingga Ia langsung mendapat bahan informasi untuk disampaikan kepada public yang bersangkutan.


PENGERTIAN PUBLIK

Public adalah sekelompok orang yang menaruh minat dan perhatian yang sama terhadap suatu obyek.

Cirri-ciri public :

1. Tidak salin mengenal.

2. Berada pada tempat yang berbeda-beda.
3. Jumlahnya tak terhingga.
4. Memiliki ikatan emosional yang tinggi.

Tujuan internal public relation adalah mencapai karyawan yang mempunyai gairah kerja. Internal public relation yang baik adalah memperlakukan tiap karyawan dengan sikap yang sama, tanpa membeda-bedakan tingkat dan pendidikannya, tetapi bertindak adil, tidak memihak suatu golongan, jujur dan bijaksana, sebab tiap anggota mulai dari pimpinan sampai pesuruh merupakan bagian dari keseluruhan perusahaan tersebut.
Tujuan eksternal public relation adalah untuk mengerahkan hubungan dengan orang-orang di luar instansi hingga terbentuk opini yang favourable terhadap instansi tersebut. Hubungan suatu perusahaan yang melakukan hubungan di luar public perusahaannya adalah suatu keharusan untuk memperluas langganan, memperkenalkan produk, mencari modal, memperbaiki hubungan
dengan srikat-serikat buruh dan memecahkan persoalan-persoalan yang sedang dihadapi perusahaan.


Komunikasi dengan public eksternal dapat diselenggarakan melalui:

1. Personal contact/ kontak pribadi
2. Press release
3. Press relation
4. Press converence
5. Publicity
6. Radio dan televise
7. Film
8. Media komunikasi dan informasi lain



STAKE HOLDER

Istilah public dalam public relation merupakan khalayak sasaran kegiatan dari public relation. Public biasa juga disebut dengan “stake holder”.
Stake holder adalah orang-orang atau pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Stake holder terbagi menjadi dua, yaitu stake holder internal dan stake holder eksternal.


Stake holder internal meliputi :

a) Pemegang saham
b) Eksekutif/ top manager
c) Karyawan
d) Keluarga karyawan

Stake holder eksternal meliputi:

a) Konsumen
b) Pemasok
c) Penyalur
d) Bank
e) Pemerintah
f) Pesaing
g) Komunitas



MEDIA HUMAS

Media humas adalah sarana yang dapat memindahkan pesan dari pihak komunikator ke pihak komunikan. Dalam kegiatan PR media humas dibagi atas dua, yaitu media humas internal dan media humas eksternal.
Media-media humas eksternal meliputi media audio, audio visual (televisi), film, jurnal internal, dan jurnal eksternal, pameran, seminar, dan konfrensi sponsor serta seluruh media cetak, meliputi surat kabar, brosur, baliho, leftlet, dan spanduk.
Jurnal internal dan eksternal muncul dalam bentuk bulletin atau majalah. Cirri khas bulletin dari sebuah lembaga/ perusahaan memuat tentang program kegiatan lembaga/ pimpinan atas seluruh produk/ jasa dari sebuah lembaga atau perusahaan. Jurnal dari sebuah lembaga/ perusahaan dijadikan sebagai promosi. Akan tetapi, dari lembaga pemerintah, jurnal bertujuan dalam rangka membangun citra suatu lembaga atau perusahaan.

PROSES KEGIATAN HUBUNGAN MASYARAKAT

Menurut Cultlip & Center, dalam kegiatan hubungan masyarakat dilakukan beberapa proses, yaitu:

• Penemuan fakta
Dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah situasi internal maupun eksternal dan opini yang berkembang dalam masyarakat, dapat menunjang, atau justru mengambil kegiatan organisasi/ lembaga.

Dalam fase penemuan fakta, seorang petugas PR bertugas:

a.Memperhatikan berbagai kejadian/ perkembangan social politik maupun ekonomi yang secara tidak langsung berhubungan dengan lembaga/ organisasi.

b.Mengumpulkan berbagai macam data , dan diolah menjadi informasi.

c.Menganalisis informasi, sehingga sesuai dengan kebutuhan organisasi.

d.Seorang petugas PR selalu siap menyajikan informasi pada setiap unit petugas organisasi/ perusahaan.

e.Menyempurnakan segala macam informasi yang kurang memadai.

f.Melengkapi simpanan- simpanan datadan informasi dengan melalui dokumentasi dan kliping.


Dengan kegiatan penemuan fakta khusus nya dalam mengimput pendapat public, Cultlip & Center menemukan empat tahap penelitian pendapat public, yaitu:

1.Lakukan penelitian situasi yang sedang terjadi, terutama yang sedang dipikirkan oleh public.

2.Penelitian tentang prinsip-prinsip dasar PR yang sedang dilakukan oleh lembaga.

3.Penelitian tentang hasil bagaimana reaksi terhadap Issue yang berkembang.

4.Mengadakan evaluasi mengenai bagaimana orang memberikan reaksi dan respon atas timuli atau informasi yang di berikan oleh organisasi.

•Perencanaan (planning)

Perencanaan merupakan suatu hal penting dalam suatu lembaga, terutama dalam mendukung kerja PR. Fakta yang ditemukan disusun oleh PR dengan tetap memperhatikan factor psikologis, sosiologis, ekonomi, komunikstor/ public.

Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam perencanaan yaitu:

1. Merumuskan tujuan.
2. Mengolah data.
3. Merumuskan bagaimana pesan disebarkan.
4. Menentukan teknik yang jitu dalam mengkomunikasikan.
5. Memeriksa ulang kesempurnaan informasi sebelum disebarkan.
6. Membandingkan pengalaman pihak lain dengan organisasinya, guna memperoleh langkah terbaik.
7. Mengadakan analisis atas informasi yang diperoleh dan merumuskannya sesuai program kerja.


•Komunikasi

Kegiatan komunikasi tidak lepas dari perencanaan tentang bagaiman mengkomunikasikan, dan apa yang di komunikasikan. Serta, bagaimana bagaimana bentuk komunikasinya, dan kepada siapa di komunikasikan. Kegiatan PR yang menjadi sasaran komunikasi adalah public, bukan masyarakat. Public yang dimaksud adalah public internal dan public eksternal.



•Evluasi

Tujuan evaluasi adalah untuk melakukan flash back atas kegiatan PR mulai dari penemuan fakta, penyusunan perencanaan, pelaksanaan kegiatan komunikasi dan hasil dari kegiatan komunikasi itu sendiri. Kemudian di cocokkan dengan kegiatan lembaga/ organisasi sehingga dimungkinkan bias dan kegiatan PR lebih kecil.