
Tokyo, oktober (musim gugur)
Dia muncul secara tiba-tiba, seperti alien yang mengacaukan hidupuku. Hari itu, karena ada les tambahan di sekolah, aku jadi pulang lebih sore dari biasanya. jarum jam menunjukan pukul 18.00. udara semakin dingin. Aku berjalan menyusuri jalan sepi yang dipenuhi daun kering yang berguguran. Namun tiba-tiba langkahku terhenti. Ada suara-suara aneh berasal dari balik pohon, yang tumbuh tepat di tepi jalan yang aku lalui.
“hei,,, siapa disana?.” Tanyaku.
Seorang anak tiba-tiba keluar dari balik pohon itu sambil tersenyum
“hehe, ketahuan yach?” ujarnya seraya menggaru-garuk kepalanya. Aku menatapnya bingung untuk beberapa saat. Tubuhnya lebih tinggi dariku, mungkin sekita 170cm. rambutnya berantakkan. Kalau di perhatikan, mungkin usianya sama denganku. Kurang lebih 18 tahun. Tapi……….. dia mengenakkan seragam SMP.
“siapa kau???.” Tanya ku bingung.
Anak itu berjalan mendekat ke arahku.
“perkenalkan, namaku Ryuzaki.” Jawabnya, sambil terus tersenyum. Hmmm….dasar aneh. Gumamku dalam hati, lalu pergi begitu saja.
“hey…. Tunggu !!!”. cegatnya. Aku mencoba tak memprerdulikannya.
“hey….Ayaka tunggu !!!.” panggilnya lagi.
Aku terkejut. Ayaka??? Dari mana dia tau namaku? Perasaanku semakin tidak enak. Jangan-jangan anak itu anggota sindikat penculikan gadis-gadis muda yang kemudian di jual keluar negeri.
Tanpa pikir panjang lagi, aku pun berlari kencang meninggalkan anak itu sejauh mungkin. Aku tidak mau di culik, Tidak mau di jual, pikirku. Aku terus berlari sekencang mungkin, sambil sek-sekali menoleh kebelakang memastikan dia tak mengejarku.
“Aku pulang….!!!.” sukurlah, akhirnya bisa sampai rumah dengan selamat.
“selamat datang.” Sambut Ibu. “Loh, kenapa tergesah-gesah??.”
“tadi aku betemu orang aneh bu, mungkin anggota sindikat penculikan gadis-gadis di bawah umur.”
“hmmmft… .” ibu tersenyum geli. “kau ini ada-ada saja. Mandi sana, setelah itu turun untuk makan malam!”. Serunya.
Ke esokkan harinya. Mencoba melupakan kejadian kemarin, dan mencoba beraktifitas seperti biasanya. pukul 07.00 setelah meraih mantelku akupun berangkat kesekolah. Udara pagi yang segar membuatku bersemangat untuk memulai hari. Tapi………
“selamat pagi .” sapa seseorang.
Owh…tidak !!! anak itu lagi!!!
“kenapa kemarin kau pergi begitu saja, Aku kan belum selesai bicara.” Katanya dengan wajah tak berdosa.
“memangnya kau pikir kau itu siapa? Seenaknya saja sok akrab sama orang.”
“kemarinkan aku sudah memperkenalkan diri. Kau lupa yach?.”
“huufftt… terserah kau saja! Tapi aku tidak punya waktu untuk meladenimu. Sekarang aku harus kesekolah. Sampai jumpa!!!.” Pamitku.
Aku meninggalkannya begitu saja, dan melanjutkan perjalanan menuju sekolahku yang tidak begitu jauh dari rumah. Tapi, nampaknya anak itu tidak mudah menyerah. Walaupun tak lagi banyak biacara, tapi ternyata dia masih terus membuntutiku. Menyaksikan tingkahnya itu, lama-lama kesal juga.
Kurang lebih 15 menit kemudian, samapailah aku didepan gerbang sekolah. Anak itu masih terus membuntuti. “hey, kau mau ku laporkan kepolisi yach??!!!.” Kataku mulai kesal. Tapi dia hanya nyengir. “kau ini galak sekali. Aku kan hanya ingin memastikan kau sampai sekolah dengan selamat.” Jawabnya. Aku bingung, dari planet mana sih anak ini. “sekarang masuklah. Sampai jumpa. Sambungnya lalu pergi.
Dasar anak aneh!.
Sore harinya, puku 16.00 bel melengking tajam keseluruh penjuru sekolah. Aku segera merapikan semua buku dan bergegas meninggalkan kelas. Entah kenapa rasanya sedikit gugup. Jangan-jangan aku akan bertemu lagi dengan anak itu. Aku mengintip keluar gerbang sekolah, memastikan apakah anak itu ada disana atau tidak. Hmmmm…. Sejauh ini sosoknya belum Nampak. Waktunya kabur, pikirku.
“selamat sore !!!.”
Kyaaaaaaaaaa…. Tiba-tiba dia muncul tepat dibelakangku.
“Apa-apaan kau ini???.” Pekikku terkejut.
“hehe, kau kaget yach?. Maaf dech.”
“Dasar manusia planet. Kenapa kau terus saja menggangguku???.” Tanyaku kesal. Tapi seperti biasanya, di kerasi seperti apapun dia masih saja terus menyunggingkan senyuman lebar.
“namaku Ryuzaki, bukan manusia planet.” Jawabnya santai.
“what ever!!! lalu, kenapa kau terus mengikutiku?.”
“karena Aku suka.”
“Apanya???.”
“Semuanya.”
“Semua??? Huffft...jgn bicara seolah-olah kau tau semua tentang aku.” Kataku lalu bergegas pergi.
“Aku memang tau kok.” Jawabnya seraya mengikutiku.
“Oh yach??!!! Jangan sok tau kamu!!!.”
“Aku tau semuanya. Yukihiro ayaka, lahir 9 april. Warna kesukaan hijau. Hobby shopping. Suka nonton film percintaan romantis. Pernah dua kali pacaran dan dua kali di putuskan.”
“jiakkkkhhhh…..”langkahku terhenti. Memalukan sekali. Bahkan dia tau tentang kisah percintaanku yang suram.
Suasana hening sejenak. Aku tak tau harus bicara apa. Dari mana dia tau semua itu? Di kepalaku kini di penuhi barbagai macam pertanyaan.
“hey kau!!!.” Wajahku mulai serius. “sebenananya apa mau mu???.”
“kencan lah denganku!!!.” Jawabnya santai sambil tersenyum tipis.
“A….Apa???????.” (shok) rasanya seperti tersambar petir di siang bolong.
“Kau gila???.” Sambungku. “Tidak,,, aku serius.” Jawabnya.
“ok, tunggu sebentar.” Aku mulai mengatur nafas,, mencoba menenangkan diri agar tidak pingsan.
“Kalau tidak salah namamu Ryuzaki kan?.”
“Yup.”
“Berapa usiamu???.”
“15 .”
“Kalau begitu, selamat tinggal.” Jawabku lalu pergi.
“Hey tunggu! Kau tidak boleh pergi begitu saja sebelum memberiku jawaban.”
“Dasar bodoh!!!. Jawaban apa yang harus ku beri? Kau pikir Aku mau berkencan dengan anak yang usianya 3 tahun lebih muda dariku?!!.”
“hey, hey, jangan menilai orang dari usianya. Walaupun usiaku 15 tahun tapi pikiranku jauh lebih dewasa darimu. aku juga tau cara berciuman jauh lebih baik darimu!!!.”
Ngiiiiiiiiiiiiiikkkk. Langkahku lagi-lagi tehenti. Tiba-tiba seperti ada sesuatu yang terbelah dalam kepalaku. Cara ciuman? Apa-apaan dia?
Aku terdiam. Memandangi anak itu yang berdiri kurang lebih dua meter didepanku. Secara fisik dia memang terlihat lebih dewasa dari usianya. Tampangnya lumayan keren, tapi…. .. usianya 15 tahun.
“serius,,,Kau itu sebenarnya siapa???.”
“Orang yang peduli padamu.” Jawabnya. Lagi-lagi sambil tersenyum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar